Persiapan Mental Mengikuti Program Bayi Tabung

Bagi banyak pasangan menikah yang telah mencoba berbagai macam cara untuk mempunyai momongan tapi belum kunjung berhasil, mungkin saja bayi tabung merupakan satu-satunya cara alternatif yang dapat mereka tempuh. Sekitar 1 dari 8 wanita biasanya membutuhkan bantuan program kehamilan untuk bisa hamil. Bayi tabung yang juga dalam istilah medisnya ialah in vitro fertilisation atau sering disingkat IVF merupakan program kehamilan yang dilakukan dengan cara menyatukan sel telur dari pihak istri dengan sperma terbaik pihak suami di laboratorium, sehingga nantinya bisa terjadi pembuahan kemudian terbentuklah embrio. Tentunya proses tersebut dilakukan di luar rahim. Selanjutnya, embrio tersebut nantinya akan dibekukan kemudian dipindahkan kembali ke dalam rahim wanita. Selanjutnya, diharapkan dari pembuahan embrio tersebut, dapat menghasilkan kehamilan.

Metode bayi tabung menurut Aucky Hinting merupakan sebuah metode kehamilan dimana sperma dan juga sel telur disatukan di luar organ tubuh wanita, hal ini dilakukan agar agar proses pembuahan bisa terjadi. Lalu, setelah pembuahan tersebut terjadi, maka hasilnya yang berupa embrio dimasukkan kembali ke dalam rahim pihak istri. Tentunya, setiap pasangan yang menjalani program bayi tabung ini hanya memiliki harapan untuk bisa memperoleh anak yang bisa mewarnai hari serta menjadi generasi penerus. Hingga saat ini, sudah ada banyak pasangan yang rela untuk menempuh berbagai macam upaya untuk bisa memiliki momongan, dan salah satunya ialah dengan mengikuti program bayi tabung ini. Meskipun program bayi tabung bisa dibilang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun ada banyak pasangan yang dulunya hampir merasa putus asa memperoleh keturunan, akhirnya dapat memperoleh hasil yang menggembirakan dari program bayi tabung ini. Namun pada kenyatannya, menjalani program bayi tabung tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tentunya, selain harus mempersiapkan biaya yang cukup banyak, persiapan fisik dan mental juga sangatlah penting untuk dipersiapkan, karena pastinya akan ada beberapa kondisi emosional yang dapat dirasakan setiap ibu atau calon ibu selama proses bayi tabung. Meski begitu, persiapan mental masih sangat kurang diperhatikan oleh banyak pasangan menikah, khususnya bagi yang akan menjalankan program bayi tabung. Namun, jika Anda hendak menjalani program bayi tabung, alangkah baiknya untuk menyiapkan mental terlebih dahulu. Beberapa persiapan mental yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

1. Saling mendukung

Di dalam kehidupan rumah tangga, saling mendukung diantara pasangan merupakan hal yang sangat penting. Cobalah untuk selalu berkomunikasi dengan baik dengan pasangan Anda. Selain itu, cobalah untuk saling terbuka satu sama lain mengenai bagaimana persepsi dan juga harapan saat menjalani program bayi tabung. Hal tersebut tentunya akan meminimalkan konflik yang bisa saja terjadi serta bisa menambah semangat untuk para pasangan.

2. Pilihlah tempat yang nyaman untuk berkonsultasi

Anda harus memastikan untuk memilih tempat yang membuat Anda serta pasangan merasa nyaman untuk melakukan program bayi tabung. Semakin Anda merasa nyaman, semakin lancar juga proses yang akan Anda jalani. Hal tersebut karena program bayi tabung itu sendiri prosesnya cukup lama. Oleh karena itu, sebelum melakukan program bayi tabung, Anda bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat mana yang membuat Anda merasa nyaman untuk menjalani program bayi tabung.

3. Mengontrol emosi dan stres

Karena proses bayi tabung, tidak sebentar, ada baiknya jika Anda belajar untuk mengelola respon emosi saat menjalani program dan sebaiknya tidak mengharapkan untuk mendapatkan hasil yang cepat. Anda harus tahu, bahwa sebenarnya cukup banyak pasangan yang berhenti di tengah-tengah program bayi tabung akibat stres karena tidak kunjung memperoleh hasil yang mereka inginkan. Akan jauh lebih baik jika Anda hanya fokus pada langkah yang akan Anda ambil selama program kehamilan. Selain iut, cobalah untuk terus berpikir positif saat menjalani program. Anda bisa melakukan hobi maupun hal yang disukai untuk mengurangi stress yang Anda alami. Atau juga Anda bisa mencoba leburan bersama pasangan Anda.

4. Mintalah dukungan orang lain

Guna menambah energi positif saat hendak menjalani program bayi tabung, dukungan orang lain sangatlah dibutuhkan, terutama dukungan yang berasal dari keluarga. Dukungan tersebut bisa dilakukan dengan banyak-banyak mengobrol sehingga bisa menambah semangat juang Anda beserta pasangan Anda selama menjalani program bayi tabung.