Kemasan Sempurna untuk Setiap Produk

Apakah Anda berbicara tentang makanan segar, bahan makanan kering, suku cadang mesin, furnitur atau perangkat keras, setiap produk perlu dikemas dengan baik. Jenis kemasan yang paling cocok untuk suatu produk tergantung pada sejumlah faktor termasuk biaya produk, nilai yang dirasakan, ukuran, kerapuhan, umur simpan, dll. Dengan demikian, ada sejumlah bahan yang dapat digunakan untuk mengemas produk seperti kertas, plastik, karton bergelombang, karton, bungkus menyusut dan palet.

Mengapa Anda membutuhkan Kemasan?

Alasan paling jelas untuk mengemas produk dengan hati-hati, adalah untuk melindunginya saat berpindah dari lantai pabrik ke toko ritel dan kemudian ke rumah pelanggan. Namun, ini bukan satu-satunya alasan untuk fokus pada kemasan. Kemasan memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan pelanggan. Cara suatu produk dikemas adalah interaksi Jasa Cetak Kemasan pertama yang dimiliki banyak pelanggan dengan produk dan karenanya ini memainkan peran penting dalam menciptakan kesan pertama. Produk yang dikemas dengan baik berbicara tentang perhatian terhadap detail dan membantu membangun kepercayaan pada nama merek.

Kemasan juga penting dari perspektif pemasaran. Ini karena meskipun produk itu sendiri mungkin menawarkan ruang terbatas untuk pencitraan merek, karton atau selongsong memungkinkan ruang yang jauh lebih besar untuk merek sehingga membuat nama merek lebih terlihat. Untuk kemasan grosir, karton biasanya dibiarkan polos. Namun, masih dimungkinkan untuk memberi merek pada karton dengan menggunakan pita karton tercetak.

Cara Memilih Bahan Kemasan yang Tepat

Pengemasan yang salah dapat membuat pelanggan kehilangan produk. Langkah pertama untuk mengemas suatu produk adalah memilih bahan yang tepat. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih bahan kemasan. Ini termasuk:

Jenis Produk- Sementara bahan makanan kering perlu dikemas sedemikian rupa agar dapat dilihat oleh pelanggan namun tetap terlindungi dari unsur-unsur alam; visibilitas produk tidak menjadi masalah saat mengemas item perangkat keras atau suku cadang mesin. Beberapa karakteristik produk lain yang perlu diingat adalah kepekaan terhadap cahaya dan kelembaban, umur simpan dan reaksi terhadap bahan lain.

Biaya Produk- Biaya pengemasan produk harus berhubungan langsung dengan biaya produk dan tidak boleh melebihi itu. Jadi, meskipun bening, kantong plastik adalah kemasan yang cukup untuk piring sekali pakai, bone chine perlu dikemas dalam kotak dengan kemasan bantalan.

Bagaimana produk akan dikirim- Sampai batas kemasan makanan ringanĀ 
tertentu, pengemasan grosir juga berperan dalam menentukan bahan yang tepat untuk pengemasan ritel. Misalnya, jika produk akan dikemas dalam karton yang lebih besar, ketahanan tusukan bukanlah prioritas utama. Namun, jika produk akan ditumpuk di atas palet, ini adalah faktor yang perlu dipertimbangkan.

Jenis Kemasan Umum

Papan Kertas

Kertas adalah cara termurah dan paling ramah lingkungan untuk mengemas suatu produk. Kertas sering digunakan dalam bentuk kotak untuk mengemas barang-barang murah seperti alat tulis atau dalam bentuk kantong kertas untuk makanan cepat saji dan bahan habis pakai lainnya.

plastik

Kantong plastik adalah bentuk kemasan yang paling disukai untuk produk seperti bahan makanan kering dan cairan. Hal ini karena transparan sehingga memungkinkan konsumen untuk melihat produk yang dibeli dan melindungi makanan dari unsur-unsur alam.

plastik kaku

Plastik kaku dapat digunakan untuk mengemas barang habis pakai dan tidak habis pakai. Ini adalah bahan kemasan yang dipilih ketika produk harus terlihat oleh konsumen dan tetap terlindungi dari guncangan dan terjatuh secara tidak sengaja, dll.

Karton bergelombang

Ketika datang ke produk besar seperti furnitur, tidak mungkin memasukkannya ke dalam karton. Oleh karena itu, produk semacam itu biasanya dibungkus dengan lembaran bergelombang untuk melindunginya dari benturan dengan benda lain atau terjatuh secara tidak sengaja.